Puisi Dan Kutipan Diskusi Senja

Aku berada di tiap sudut-sudut kaku Bernyanyi tentang pagi dan malam yang beku Sambil mengaduk teh bercangkir hitam Dan menunggu matahari pulang Tak ada yg terlalu senja Untuk bersandar pada belaian angin Atau berdiskusi kepada lembayung yang hampir habis "Ini adalah senja dari matamu" katanya
Puisi-Dan-Kutipan-Diskusi-Senja

Puisi Diskusi Senja


Aku berada di tiap sudut-sudut kaku
Bernyanyi tentang pagi dan malam yang beku
Sambil mengaduk teh bercangkir hitam
Dan menunggu matahari pulang

Tak ada yg terlalu senja
Untuk bersandar pada belaian angin
Atau berdiskusi kepada lembayung yang hampir habis
"Ini adalah senja dari matamu" katanya

Lalu matahari terbelah menjadi dua
Yang tenggelam pada Laut Aranama
Dan mataku

Kutipan Bijak Senja


1. Hampa itu seperti langkah tak berjejak, senja tapi tak jingga, cinta tapi tak dianggap. (Manusia Setengah Salmon  | Raditya Dika)

2. Kenapa aku suka senja? Karena negeri ini kebanyakan pagi, kekurangan senja, kebanyakan gairah, kurang perenungan.

3. Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu. (Rectoverso | Dewi lestari)

4. Persahabatan itu seumpama laut dan pasir, senantiasa bersama-sama menghadapi pecahan ombak, bersama-sama merasakan lelehan senja, dan saling melengkapi dari masa ke masa. (Ketika Saat Cinta Bersilangan | Aiman Bagea) 

5. Ada yang tak tenggelam ketika senja datang: Rasa. (Rohmatikal Maskur Penulis dari Indonesia 1994-)

6. Tangannya menjadi pengganti tanganku untuk menuntunmu' Pundaknya menjadi pengganti pundakku untukmu bersandar. Biarlah gemercik gerimis, carik senja, secangkir teh, dan bait lagu menjadi penggantimu. (Garis Waktu | Fiersa Besari)

7. Senja tak pernah salah hanya kenangan yang membuat nya basah. - Wira Negara

8. Senja terlalu buru-buru berlalu, padahal aku baru hendak mewarnai langit untukmu dengan warna-warna rinduku yang selalu biru. -Firman Nofeki

9. Di bawah alismu hujan berteduh. Di merah matamu senja berlabuh. - Joko Pinurbo

10. Awan datang mengambang di kehidupan saya, tidak lagi membawa hujan atau badai, tetapi untuk menambah warna di langit senja saya. - Rabindranath Tagore

11. Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja. Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi. - Moammar Emka

12. Jika pena berganti rupa menjadi daun senja, biarlah dia mengering, lalu tersapu angin, sendiri dan dibiarkan oleh sepi. - Chara Perdana

13. Terkadang senja mengingatkan pada rumah, pada orang-orang yang membuat hati kita rindu untuk pulang. - Iwok Abqary

14. Aku melintasi kehidupan dan kala. Aku berlayar menembus senja. Kuberanikan diri menulis untuk mengabadikan momen hidup dalam lembaran kertas. - Iwan Setyawan

15. Mari kita berangkat, hanya kau dan aku. Nanti, ketika senja beranjak menapak langit, seperti seorang pasien yang tersandera di atas pembaringan. - T. S. Eliot

16. Kita hanyalah setitik senja yang kadang indah lalu surut dengan bermuram durja, dunia bagi masa kecil kita hanyalah mainan fana yang terus membumbung, mengitari angkasa dan membuat kita terlena akan keindahannya. - Chara Perdana

17. Perubahan, seperti sinar matahari, bisa menjadi teman atau musuh, berkah atau kutukan, fajar atau senja. - William Arthur

18. Mungkin benar juga. Kita berjodoh dengan senja. Ketika jingganya menghilang, aku kesurupan luka perpisahan itu. - Moammar Emka

19. Ia selalu membawa belati untuk membuat layang-layang sendiri. Ia gadis kecil penyuka layang-layang. Karena itu ia sangat suka langit dan angin. Maka ia pun sangat suka senja. Hingga ia sering berlari mengejar-ngejar senja. - Bamby Cahyadi
 
20. Setiap anak berhak cari dan dapat orang yang saling mencinta. Bukan karena mereka mengejar umur senja orangtua. - Adhitya Mulya