Puisi Kehidupan - Warna Perjalanan

jalani hidup pnuh dengan lika liku,, entah dalam ke'indahan maupun kesuraman, entah dalam kekurangan maupun kelebihan,, namun itulah nyata bagi kehidupan,,
Puisi Kehidupan - Warna Perjalanan

Puisi Kehidupan - Warna Perjalanan


jalani hidup pnuh dengan lika liku,,
entah dalam ke'indahan maupun kesuraman,
entah dalam kekurangan maupun kelebihan,,
namun itulah nyata bagi kehidupan,,

enkau menitipkan kelebihan padaku ya allah,,
terkadang aku lupa dengan semua itu,,
yang membuat aku menjadi sombong di hadapmu,,
melihat rendah sgala dalam pandangan,,
tidak menyadari siapa diri ini,,

engkau buat aku dalam kekurangan,,
namun aku tidak sadar itu hanyalah satu coba'an,,
yang ku lontarkan hanya keluhan bukanlah aduan,,
untuk melampiaskan kerapuhan resah dalam rasa,,
membuatku terpuruk lupa akan kuasamu,,

engkau membuat ke'indahan dalam pandangan,,
merasuk jiwa luluhkan sukma terpadu dalam rasa,,
membuat kadang lupa siapa pemilik sesungguhnya,,
mencampakkan jiwa jiwa takluk dalam pesonanya,,
yang datang dan pergi hanya begitu saja,,
meski tau kalau itu salah bagiku,,

dan kau menaruh kesuraman pada hati ini,,
kesuraman yang slalu hantui jiwa dalam hati,,
tak peduli apapun yang terjadi pada diri,,
meski tak kurang dari satu materi,,

tapi dengan perasa'an membuat buta mata hati,,
terkadang menipu jiwa yang ada dalam keluarga,,
bersembunyi di balik senyumnya jiwa di atas derita,,
meski ku tau itu adlah HINA bagiku,,

ya,,,rab,,
ampunilah segala dosa yang ada dalam jiwa,,
yang slalu buta akan setiap arti yang ada,,
di dalam rahasia tersembunyi tapi nyata dalam makna,,
hamba hanya manusia biasa,tidak bisa menguak jiwa
rahasia dalam rahasiamu,,
membuat hamba khilaf dalam satu cerita dalam hidupku,,

ya,,,rahman,,,
sudilah engkau memandang hamba yang terpuruk dalam kehina'an,,
hanya dengan kekurangan perasa'an hamba keluar dari ajaran,,
menipu daya cinta yang telah ada dalam keluarga,,
membiarkan nafsu syaitan menjerat jiwa dan sukma,,
hamba khilaf ya allah,,,,,,,,,,,hamba khilaf,,
munkin dengan ke khilafan ini hamba bisa
menysukuri nikmat yang ada,,