Puisi Untuk Calon Istriku

Harusnya, cinta mampu menerima bukan? Dan aku yakin, hati tak ada bekasnya, selalu murni. tak terpengaruh hal-hal ragawi. Sebagai laki-laki, tentu aku ingin utuhmu lahir batin. Tapi aku sadar, aku pun tak utuh, tak sebaik itu. Dan sebagai manusia, aku ingin diterima, Selapang aku menerima.
Puisi-Untuk-Calon-Istriku

Untuk Calon Istriku

KitaMuda

Untuk calon istriku
Dia bukan perawan

Perempuanku,
apa kabar?
Semoga baik
Aku juga sama baik

Sekarang kamu sama siapa?
Pacarmu?
Mantanmu?
Atau sama suamimu?

Aku sedang duduk dihalaman rumah
Ditemani secangkir kopi hitam hangat,
yang kelak diseduhkan tanganmu

#iii
Perempuanku,
berdamaikah kamu dengan Tuhan?
Atau masih mencari
Alasan dan waktu yang tepat untuk berdamai?

Aku pun sama,
Masih mencoba dan berusaha.

Adahakah baik agamamu.
atau belum,
Aku tak mengapa.

Bila kelah saat bertemu
kita belum baik,
mari belajar bersama.

Aku percaya,
setiap manusia punya celah untuk salah
Jadi jangan malu,
kita saling memperbaiki.

Perempuanku,
masihkah kamu menjaga kesucianmu?
atau pernah ternoda?

Halal haram hubungan lalumu.
Jelas bukan hakku untuk tau.

Hanya saja,
bila kesucian gagal kamu jaga,
sangat tak apa.
Selama kamu mampu mencintaiku seutuhnya,
sunggu tak apa.

Tiap manusia
memiliki titik tersalah, di dalam hidupnya
Aku juga,
Kamu juga.

Harusnya, cinta mampu menerima bukan?
Dan aku yakin, hati tak ada bekasnya,
selalu murni.
tak terpengaruh hal-hal ragawi.

Sebagai laki-laki,
tentu aku ingin utuhmu
lahir batin.

Tapi aku sadar, aku pun tak utuh,
tak sebaik itu.
Dan sebagai manusia,
aku ingin diterima,
Selapang aku menerima.

Perempuanku,
Adakah aku pantas buatmu?
Atau tidak?
Aku tidak tahu itu...

Banyak lubang yang kujalani,
saat mencarimu.
Banyak luka yang kudapati,
saat menujumu.

Kini, aku tengah membenahi,
memantaskan diri
untuk bisa kamu miliki.
Semoga tepat waktu.