Catatan Sang Pendiam - PuisiKu

Catatan sang pendiam - Puisiku Bahwa ada rasa dalam diriku saat pertama kali bertemu, entah suka atau duka, yang jelas hari ini semuanya menjadi duka.
Catatan Sang Pendiam - PuisiKu, Menulis adalah kegiatan yang asik, menantang pemikiran membuka cakrawala pengetahuan. Tetapi kali ini saya bukan bermaksud menulis. Kali ini saya akan bercerita.

Sedikit mengenai isi hati, banyak bercerita tongkosong. Penasaran? Baca sampai habis.

Puisi-catatan-sang-pendiam

Catatan Sang Pendiam


Berawal rasa ingin tahu sampai pada akhirnya tidak ingin berlalu. Tapi waktu selalu saja buru-buru berlalu, sampai tak ingat perpisahan kan menjemput mu, Eh bukan. Tapi menjemputku. Sampai ada cerita yang tidak sempat kuceritakan kepadamu.

Bahwa ada rasa dalam diriku saat pertama kali bertemu, entah suka atau duka, yang jelas hari ini semuanya menjadi duka.

Andai mulut ini sejalan dengan hati
Mengungkapkan semua yang ada dalam diri
Mungkin tidak ada beban berat dihati
Mungkin rasa memang tidak harus sekedar ungkapan, ada yang jauh melebihi itu.

Sampai pada akhirnya, diriku nyaman seperti ini
Menyimpan semuanya sendiri
Bermain dengan mimpi
Berkhayal dengan harapan

Dan biarkan waktu yang memberitahu mu
Bahwa ada rasa yang tak pernah tersampaikan
Ada hati yang tak pernah menunjukan
Ada diri yang tak pernah lari dari harapan.

Biarkan rindu Bercerita kepadaku, tentang suara yang waktu itu berbicara kepadaku, tentang aku yang selalu berhadapan denganmu, diam, tidak bisa berbicara lebih banyak lagi.