Tanpa Arti - Puisi Penghujung Malam Hari

"Kau pernah menyimpan rasa?" Ya, rasa kadang memang tidak perlu diungkapkan, diampun adalah perasaan, karena ada jauh lebih bermakna ketimbang kata.
Tanpa Arti - Puisi Penghujung Malam, Menulis bagi saya kegiatan yang asik, menantang pemikiran membuka cakrawala pengetahuan. Akan tetapi kali ini saya bukan bermaksud untuk menulis. Kali ini saya ingin bercerita. (24/04/2019)

Tanpa-arti-puisi-harapan

Tanpa Arti - Entah Apa Yang Diceritakan


Sekecil harapan apapun akan menjadi sebuah pengorbanan besar. Begitulah memang.

Jalan yang panjang, rintangan yang menghadang, batu, krikil, lubang menjadi saksi bisu bahwa aku pernah berlalu disitu, dan gemerlap malam menemani kegelisahannya pulang tanpa bintang.
______

"Kau pernah menyimpan rasa?" Ya, rasa kadang memang tidak perlu diungkapkan, diampun adalah perasaan, karena ada jauh lebih bermakna ketimbang kata.

Senja selalu saja menyimpan rindu bagi penikmatnya, berlalu begitu singkat, menghilang diganti malam. Tapi orang tidak pernah melupakannya, karena dia akan selalu kembali esok hari.

Malampun banyak orang yang menyukainya, penghantar tidur menghapus resah, sampai pagi datang membangunkan harapan.

Apa kau seperti senja Yang akan selalu kembali setelah berlalu? Atau bahkan malam yang akan selalu mengapus resah?

Mungkin kau bukan keduanya, kau adalah pagi yang selalu membangunkan harapan tanpa pernah diakhiri dibawa tenggalam senja, dan dihapus malam.

Rasa memang selulit dimengerti, entah apa yang sebenarnua di inginkan, memilikimu? Dalam ego, aku selalu berusaha ingin memilikimu.

Dalam diam merelakan, aku ingin selalu membiarkan mu terbang. Menbawa kebaikan disetiap langkah, menebar wangi disetiap sudut hati orang lain.

Dalam doa, aku ingin kau pada waktunya yang menjadi tempatku pulang menjawab semua harapan.

#DalamDiam