Puisi Matahari di Pagi Hari : Catatan Pendiam di Pagi Hari

Puisi Matahari di Pagi Hari : Catatan Pendiam di Pagi Hari. Selamat pagi, apa kabar harapan hati? Kamu selalu saja menjadi mentari dipagi hari. Hangat, memberi semangat tiada henti, bahkan ketika digantikan senja dan malam hari. Kamu selalu saja tetap kembali.
Puisi-matahari-di-Pagi-hari-Catatan-Pendiam-Pagi-Hari

Puisi Matahari di Pagi Hari : Catatan Pendiam di Pagi Hari - Pagi tidak akan batal terbit hanya karena kita engga menghadapi hari esok.

Selamat pagi, apa kabar harapan hati? Kamu selalu saja menjadi mentari dipagi hari.

Hangat, memberi semangat tiada henti, bahkan ketika digantikan senja dan malam hari. Kamu selalu saja tetap kembali.

"Sinar mentari" yang melelehkan kegelisahan dimalam tadi, seakan aku harus tetap berdiri bangkit menghadapi hari ini.

Itu mengapa hadirmu selalu saja dinanti, bukan hanya aku, sayangnya seisi alam inipun turut menantikanmu.

Kamu memang sangat beruntung, tidak perlu berlebihan untuk membuat orang lain menyukaimu.

Andai isi dunia hanya aku dan hangatmu, mungkin aku tidak perlu bangun cepat hanya untuk menatapmu lebih dulu.

Tapi tuhan, memberikanmu anugrah lebih untuk memberikan kebaikan kepada setiap orang. Tidak hanya kepada orang yang egois ingin memiliku seorang.

Kamu memang terlahir sebagai makhluk yang hampir saja sempurna.