Kumpulan Puisi Chairil Anwar Tentang Cinta

Berikut ini adalah kumpulan Puisi tentang cinta karya chairil anwar yang tentu saja memiliki makna dan keindahan kata. Buat kamu yang penasaran bisa langsung saja baca puisinya dibawah.
Kumpulan-puisi-tentang-cinta-chairil-anwar

Kumpulan Puisi Chairil Anwar Tentang Cinta - Chairil Anwar sosok pujangga sastra yang telah banyak melahirkan Karya Sastra Puisi yang berkualitas. Dari tangan dan pemikiran beliau lahirlah sebuah keindahan kata.

Nah, berikut ini adalah kumpulan Puisi tentang cinta karya chairil anwar yang tentu saja memiliki makna dan keindahan kata. Buat kamu yang penasaran bisa langsung saja baca puisinya dibawah.

Kumpulan Puisi Cinta Chairil Anwar Terlengkap


#Cinta dan Benci - Chairil Anwar

Aku tidak pernah mengerti
Banyak orang menghembuskan cinta dan benci
Dalam satu napas

Tapi sekarang aku tahu
Bahwa cinta dan benci adalah saudara
Yang membodohi kita, memisahkan kita

Sekarang aku tahu bahwa
Cinta harus siap merasakan sakit
Cinta harus siap untuk kehilangan
Cinta harus siap untuk terluka
Cinta harus siap untuk membenci

Karena itu hanya cinta yang sungguh2 mengizinkan kita
Untuk mengatur semua emosi dalam perasaan

Setiap emosi jatuh... Keluarlah cinta

Sekarang aku mengetahui
implikasi dari cinta
Cinta tidak berasal dari hati
Tapi cinta berasal dari jiwa
Dari zat dasar manusia

Ya, aku senang telah mencintai
Karena dengan melakukan itu aku merasa hidup
Dan tidak ada orang yang dapat merebutnya dariku

Seperti kata Geisha, cinta dan benci memang memiliki hubungan yang erat. Dalam puisi di atas, saya ingin mengingatkan kita semua bahwa suatu hari cinta bisa berubah menjadi benci. Demikian pula sebaliknya.

Jadi, ya sudahlah, tidak perlu menangis jika suatu hari kita mengalami kegagalan cinta. Anggap saja itu perjalanan berharga untuk mencari kebahagian hakiki. Bukankah kebahagiaan adalah tujuan akhir dari perjalanan panjang kita?
__

#Pelangi Warna-Warni - Chairil Anwar

Melalui warna-warni pelangi
Matahari bersinar dalam kabut

Sama seperti saat aku bertemu denganmu
Dan mencicipi ciuman pertamamu

Hujan jatuh dengan lembut sekarang
di atas tanah yang harum

Sebagian lenganmu memelukku
dalam kepuasan tanpa suara

Matamu memandangku seumur hidup
menatap ke bawah terowongan yang dalam

Dan para kabut mulai berubah menjadi senja
Aku dengan senang hati minum anggur yang kau tawarkan

Malam turun di atas kami berdua
Kembali mabuk pada emosi cinta
Dan segera perjalanan kita membawa kita
Menyeberangi lautan panas terik prahara itu

Terkadang cinta dilampiaskan dengan berhubungan badan. Memang nikmat sekali jika kita bisa begitu. Terutama untuk laki-laki. Tapi, bagi yang belum menikah, suatu hari mungkin kalian akan menyeberangi lautan panas terik prahara itu (menghadapi masalah). Jadi, berhati-hatilah.
__

#Panggilan hatiku - Chairil Anwar

Aku memanggil hatiku
tapi tidak ada yang mendengar.

Panggilan bersorak lagi
tapi masih tidak ada jawaban.

Sekali lagi ... tapi kali ini lebih keras,
... Tidak berhasil.

Mencoba sekali lagi
hanya untuk gagal.

Berhenti berpikir
Haruskah itu kucoba lagi?

Setelah beberapa saat
Aku memanggil lagi.
Masih tidak ada jawaban.
Tapi terus kumemanggil,

Dan pada waktu mulai ragu,
Aku tetap memanggil
karena itulah makna dari cinta

Ahmad Dhani pernah berkata, cintaku bertepuk sebelah tangan. Puisi di atas menggambarkan hal itu. Dan menggambarkan kekerasan hati sang penyair terhadap pujaannya. Lebih tepatnya disebut cinta mati.
__

#Perampok Jiwa - Chairil Anwar

Di kedalaman pikiranku
Aku melihat dirimu

Seorang tampan yang belum habis
Berharap suatu hari kita akan bertemu

Seorang yang mencuri pikiranku
Dan mengisinya dengan kehidupan

Yang merampok jiwaku
Dan membuatnya merasa benar

Sebuah gambar, berharap fantasi
Sebuah cinta dari kehidupan yang lain

Aku melihatmu begitu jelas
Kamu harus begitu

Aku menolak perpisahan
Aku tidak dapat membiarkanmu pergi

Suatu hari kita akan bertemu
Dan pikiranku akan terasa damai
__

#Aku - Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
__

#Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil AnwarBuat Sri Ayati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
__

#TAK SEPADAN - CHAIRIL ANWAR

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka

Februari 1943
__

#Kawanku dan Aku - Chairil Anwar

Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti
Kepada Kawan

Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,

belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!
__

#Doa - Chairil Anwar

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpalingKepada Peminta-minta

Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari muka
Sambil berjalan kau usap juga

Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku

Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
__

#Cerita Buat Dien Tamaela - Chairil Anwar

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut

Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan

Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama

Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa,
Pohon pala, badan perawan jadi
Hidup sampai pagi tiba.

Mari menari!
mari beria!
mari berlupa!

Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
Beta kirim datu-datu!

Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau...

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu
__

#PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO - CHAIRIL ANWAR

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh
__

#SAJAK PUTIH - CHAIRIL ANWAR

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…
1944
__

 #Sebuah Kamar - Chairil Anwar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
“Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satu!”

Ibuku tertidur dalam tersedu,
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!

Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
d luar hitungan: Kamar begini
3 x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!
__

#Hampa - Chairil Anwar

Kepada Sri
Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai di puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencengkung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
__

#PRAJURIT JAGA MALAM - CHAIRIL ANWAR

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!
__

#YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS - CHAIRIL ANWAR

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,

Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;

Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.

#RUMAHKU - CHAIRIL ANWAR

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak

Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu
__
27 april 1943 

Terimakasih telah membaca kumpulan puisi chairil anwar tentang cinta, untuk puisi lainnya chairil anwar bisa baca di sini. Jangan lupa share ya..