Puisi Durjana Tunai Oleh Mhetallo Adonara

Puisi Durjana Tunai Oleh Mhetallo Adonara - Bait menjuntai dalam ritma Goresan sulit temu titik akhir Sosial terbakar akan nafsu Cinta kasih mati tanpa ratap
Durjana-tunai-oleh-Mhetallo-Adonara

DURJANA TUNAI

Oleh: Mhetallo Adonara

Bait menjuntai dalam ritma
Goresan sulit temu titik akhir
Sosial terbakar akan nafsu
Cinta kasih mati tanpa ratap

Garuda terbang menyentuh sekarat
Cendana abadi bermandi emas
Century terlupakan dengan lihai
Hambalang tertawa bebas jeruji

Lembar warna berbau anyir
Rukun kerabat hancur berkeping
Saudara saling membunuh kejam
Perihal warisan berlumur goda

Parlemen lidah rakyat
Berjanji balik khianat
Tidur pulas selenggara rapat
Kantung terisi penuh bernanah

Kampung damai  berhelai tandus
Organik tinggi untung kuasa
Bantuan berkurang di laci desa
Lalat-lalat menari di atas lapar

Hiruk-pikuk sunyi mencekam
Cegat pejalan bersandar gelap
Uang peroleh selamat nyawa
Nafas tertikam jika tak ada

Pilar gagah sekarat rata
Baliho terbuka cari kerja
Bayar kenal dalam berhasil uji
Kualitas terbuang emperan gagal

Buku pena tersendat generasi
Elusif ilmu melambung tinggi
Dana BOS tersimpan misteri
Ramai dara bangku patah

Sakit tunggu mati
Infus inap tuntut besar rupiah
Cek obat tertera mahal
Laksana tidur wajib bayar

Senior kisah gagah heroik
Dulu berani suara lantang
Terkubur bisu dapat kuasa
Nyata jelas senior cari panggung

Tikus lega cengkraman
Pengusut terlemah revisi
Masiku tertawa terbahak-bahak
Benteng merah kuasa tak terancam

Sorot lampu terlihat redup
Atas ilham sadar kuasa Khalik
Inilah ultimatum berseru satire
Tunai  telah merusak sanubari kasih awam

Sadar diri teriak mohon
Kertas nilai memang penyambung hidup
Namun, jangan sampai menguasai diri
Perihal semuanya akan kembali ke tanah

Jayapura, 9-2-20