Puisi Puing Oleh Rahma Rahayu

Puisi Puing Oleh Rahma Rahayu Aku kembali, dengan begitu banyak rasa. Hari ini aku mendengar suatu pengakuan, bahwasanya memaafkan terkadang hanyalah suatu kata.
Puisi-puing-oleh-rahma-rahayu

Puisi Puing Oleh Rahma Rahayu


Aku kembali,
dengan begitu banyak rasa.
Hari ini aku mendengar suatu pengakuan, bahwasanya memaafkan terkadang hanyalah suatu kata.

Ada yang bilang, saat kau memaafkan belum tentu kau merelakan.
Ah, iya!
Mereka bilang kesalahan dibuat agar supaya mereka dapat memperbaiki diri.
Tapi untukku, kesalah diberikan pada mereka yang tak pernah mau memperbaiki diri.

Jika maaf dengan mudahnya dapat dikatakan, dan salah dengan begitu entengnya dimaafkan, maka dunia ini akan penuh dengan orang orang so bijaksana dan merasa tertindas yang bermuka dua.
Ada juga yang mengatakan "aku sudah memaafkan, hanya saja sulit bagiku, bagi kita untuk kembali seperti semula".

Dengarlah wahai manusia, kehidupanmu akan tetap berubah dengan atau tanpa permasalahanmu yang kau bilang rumit itu.
Aku sarankan untuk kalian yang tak paham arti kata maaf.
Kau tidak perlu marah , kesal, atau kecewa. Karena tanpa kau buat, itu emosi alami manusia.

Arti maaf yang sesungguhnya disini, kau dapat dengan lapang dan ikhlas melupakan segala kesalahan. Maaf tak hanya untuk orang lain, tapi juga berlaku untuk diri sendiri.
Kau tak harus menuntut semua kembali seperti semula.

Kau tahu? Saat kau mulai memaafkan dirimu sendiri, maka disitulah kau berdamai dengan seluruh duniamu, argumen argumen rasismu, kata kata sarkasmu, pengakuan ketidak berdayaanmu, semua hanya kesia siaan.
Ingat satu hal ini.

"Duniamu bukan cuma kamu, kau pun tak dapat meminta pada tuhan dunia yang begitu indah, dunia yang sempurna tanpa cacat sedikitpun, tetapi kamulah yang mampu membuat dunia bagi dirimu".

Semoga lekas membaik wahai hati yang terluka oleh ego. Kamu luar biasa saat kamu mampu "yaudahlah ya" "gapapa" "it's oke" sembari tersenyum lembut.