Kutipan Bijak Motivasi R.A. Kartini Terlengkap

Peringatan hari kartini pada tanggal 21 April menjadi pengingat memperjuangkan hak perempuan pribumi. Nah berikut kutipan ra kartini
Raden ajeng kartini

Raden Ayu Kartini, (21 April 1879 - 17 September 1904), atau terkadang dikenal sebagai Raden Ajeng Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan pahlawan nasional Indonesia. Kartini adalah pelopor di bidang hak-hak perempuan untuk orang Indonesia.

Penerbitan surat-surat RA Kartini, yang ditulis oleh seorang wanita Jawa asli, menarik minat besar di Belanda dan ide-ide Kartini mulai mengubah cara Belanda memandang wanita pribumi di Jawa. Ide-idenya juga memberikan inspirasi bagi tokoh-tokoh terkemuka dalam perjuangan kemerdekaan.

Peringatan hari kartini pada tanggal 21 April menjadi pengingat bahwa pernah hadir di Indonesia memperjuangkan hak-hak perempuan pribumi. Nah berikut adalah beberapa kutipan motivasi Raden Ayu Kartini.

Kutipan Motivasi RA Kartini

___
Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam
___
Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.
___
Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.
___
Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.
___
Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama.
___
Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh, demikianlah pula dalam hidup manusia bukan? Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikan buah.
___
Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya tuk mencari seorang yang lebih baik darimu.
___
Habis gelap terbitlah terang.
___
Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita, semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.
___
Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.
___
Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.
___
Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.
___
Dengan menolong diri sendiri, akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna.
___
Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.
___
Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya untuk mencari seorang yang lebih baik darimu.
___
Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.
___
Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yang baik.
___
Cita-cita itu ialah memperindah martabat manusia, memuliakannya, mendekatkan pada Kesempurnaan.
___
Kalau anak laki-laki itu mementingkan diri sendiri, maka itu bukan salah mereka, itu terletak pada pendidikannya, mereka dibuat demikian. Mereka mendapat semuanya, boleh semuanya dan apa yang tidak mereka ambil, itu baik untuk anak-anak perempuan.
___